http://www.emocutez.com Hai.. u know me???

Senin, 19 November 2012

Akulturasi Psikologis

A.    Akulturasi
Akulturasi merupakan sebuah istilah dalam ilmu Sosiologi yang berarti proses pengambilalihan unsur-unsur (sifat) kebudayaan lain oleh sebuah kelompok atau individu. Adalah suatu halyang menarik ketika melihat dan mengamati proses akulturasi tersebut sehingga nantinya secara evolusi menjadi Asimilasi (meleburnya dua kebudayaan atau lebih, sehingga menjadi satukebudayaan). Menariknya dalam melihat dan mengamati proses akulturasi dikarenakan adanyaDeviasi Sosiopatik seperti mental disorder yang menyertainya. Hal tersebut dirasa sangatdidukung faktor kebutuhan, motivasi dan lingkungan yang menyebabkan seseorang bertingkahlaku.Hal seperti diatas diumpamakan dengan orang Indonesia (Timur, umumnya berasal darikelas bawah) yang sedang beralkuturasi dengan jalan memakai sepeda motor buatan bangsaJepang. Jadi disini, Akulturasi ditandai dengan seorang individu yang mengambil alih unsur  budaya Jepang seperti mesin kendaraan bermotor dengan merk Yamaha. Saat orang Timur tersebut (ras Malayan) mulai beradaptasi dengan kendaraan bermotor Yamaha buatan orang Jepang tersebut maka secara fisik Reference Group nya tentu orang-orang yang menjadi bintang iklan dari produk kendaraan bermotor Yamaha tersebut yang sering ditayangkan dimedia-media komunikasi seperti koran, majalah dan Televisi. Secara kejiwaan diasumsikan diaakan mempunyai pemikiran bahwa statusnya menjadi lebih tinggi ketika memakai kendaraan bermotor tersebut dan merasa sudah menjadi orang modern serta secara sosial akan mencariindividu lain yang sama dengannya, dalam artian sejenis dengan motor yang dimilikinya. Jadidisini, keinginan untuk membentuk sebuah Gemeinschaft dengan patokan motor Yamaha akantimbul. Secara kekutan egonya, id nya yang sudah berkata bahwa dirinya sudah berstatus orangmodern dan kelihatan keren sehingga dia cenderung membuat gap dengan orang lain (anti sosial)dan super egonya mungkin menyuruhnya untuk berperilaku meninggalkan ciri-ciri ketimuran (sebagaimana dia orang Indonesia) dan cenderung mengindentifikasikan dirinya sebagai seorangJepang sehingga egonya akan cenderung berperilaku seperti orang Jepang yang umumnyamempunyai pengetahuan tentang moral orang Indonesia sebagai orang yang lemah karena tidak  bertanggung jawab, kurang memiliki loyalitas kepada yang memberi tugas dan tidak disiplin.

            Cara adaptasi diatas bila tidak dengan konformitas dengan daerah dan kebudayaanIndonesia sendiri akan menimbulkan konflik, anomi maupun mental disorder tersendiri yang bilatiada nilai keimanan maka akan cendrung menjadi Deviant dengan segala tindakan Deviasinya.Kalaupun dipaksakan dalam hal adaptasinya sehingga menjadi inovasi maka akan menimbulkanmental disorder yang bila dihubungkan dengan mengendarai kendaraan bermotor akan terjadikecelakaan seperti tabrakan (karena faktor kebutuhan, motivasi dan lingkungan ataupun karenakeinginan bunuh diri yang disebabkan sakit jiwa, ras dan imitasi ala Emile Durkheim) yang banyak dijumpai kasusnya di daerah-daerah Indonesia seiring dengan rakyat Indonesia yangsedang berakuturasi dengan kendaraan bermotor buatan luar negeri.
B.     Psikologi
Psikologi adalah sebuah bidang ilmu pengetahuan yang mempelajari mengenai perilaku dan kognisi manusia. Menurut asal katanya, psikologi berasal dari bahasa Yunani Kuno: "ψυχή" (Psychē yang berarti jiwa) dan "-λογία" (-logia yang artinya ilmu) sehingga secara etimologis, psikologi dapat diartikan dengan ilmu yang mempelajari tentang jiwa.
Berikut ini adalah pengertian dan definisi psikologis:
1.        Anas Tamsuri
Psikologis adalah masalah-masalah perilaku atau emosional yang dapat meningkatkan resiko gangguan cairan, elektrolit, dan asam-basa.
2.        Dennis J. Billy
Psikologis secara tradisional, yaitu kesadaran tentang yang  benar dan yang salah.
3.        Abdul Mujib
Psikologis adalah pikiran yang melibatkan ide atau intelek untuk memahami dunia dan dirinya.
4.        Myra Chave-Jones
Psikologis merupakan gambaran garis besar mengenai cara kerja pikiran kita.
5.        Eben Nuban Timo
Psikologis merupakan keyakinan dan pandangan manusia tentang alam sekitar, manusia, dan Tuhan.
6.        Bilson Simamora
Psikologis merupakan faktor yang berasal dari dalam individu seseorang dan unsur-unsur psikologis ini meliputi motivasi, persepsi, pembelajaran, kepribadian, memori, emosi, kepercayaan, dan sikap.
7.        Nursalam
Psikologis merupakan hal yang merupakan kepribadian dan kemampuan individu dalam memanfaatkannya menghadapi stress yang disebabkan situasi dan lingkungan.
8.        Willy Wong
Psikologis merupakan bentuk dari mekanisme fight dan flight dalam diri manusia.
9.        Yusuf Qardhawi
Psikologis merupakan hal pertama yang mempengaruhi perilaku seseorang.

Jadi dapat dikatakan bahwa,akulturasi psikologis adalah suatu proses sosial yang timbul manakala suatu kelompok manusia dengan perilaku tertentu dihadapkan dengan unsur dari suatu perilaku asing. Perilaku asing itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam perilakunya sendiri tanpa menyebabkan hilangnya unsur periaku kelompok sendiri. Singkatnya terdapat perpaduan antara perilaku sendiri dengan perilaku asing, tanpa menghilangkan unsur perilaku kelompok sendiri.

http://id.wikipedia.org/wiki/Psikologi









Jumat, 26 Oktober 2012

Akulturasi dan Internakultural



 Akulturasi dan Internakultural

Komunikasi antarbudaya
>> Komunikasi yang terjadi di antara orang-orang yang memiliki kebudayaan yang berbeda(bisa beda ras, etnik, atau sosioekonomi, atau gabungan dari semua perbedaan ini.

>> Menurut Stewart L. Tubbs, komunikasi antarbudaya adalah komunikasi antara orang-orang yang berbeda budaya (baik dalam arti ras, etnik, atau perbedaan-perbedaan sosio ekonomi).Kebudayaan adalah cara hidup yang berkembang dan dianut oleh sekelompok orang serta berlangsung dari generasi ke generasi.Sedangkan Fred E. Jandt, mengartikan komunikasi antarbudaya sebagai interaksi tatap muka di antara orang-orang yang berbeda budayanya.Intercultural communication generally refers to face-to-face interaction among people of diverse culture.

>> Selanjutnya komunikasi antarbudaya itu dilakukan:
·         Dengan negosiasi untuk melibatkan manusia di dalam pertemuan antarbudaya yang membahas satu tema(penyampaian tema melalui simbol) yang sedang dipertentangkan. Simbol tidak sendirinya mempunyaimakna tetapi dia dapat berarti ke dalam satu konteks dan makna-makna itu dinegosiasikan ataudiperjuangkan.

·         Melalui pertukaran sistem simbol yang tergantung daripersetujuan antarsubjek yang terlibat dalamkomunikasi, sebuah keputusan dibuat untuk berpartisipasi dalam proses pemberian makna yang sama.

·         Sebagai pembimbing perilaku budaya yang tidak terprogram namun bermanfaat karena mempunyaipengaruh terhadap perilaku kita.

·         Menunjukkan fungsi sebuah kelompok sehingga kita dapat membedakan diri
dari kelompok lain danmengidentifikasinya dengan pelbagai cara.

Hakikat Komunikasi Antarbudaya
Enkulturasi 
>> Tarian adalah salah satu bentuk enkulturasi budaya yang ditransmisikan sejak kecil
Enkulturasi mengacu pada proses dengan mana kultur (budaya) ditransmisikan dari satu generasi ke generasi berikutnya.Kita mempelajari kultur, bukan mewarisinya. Kultur ditransmisikan melalui proses belajar, bukan melalui gen. Orang tua,kelompok, teman, sekolah, lembaga keagamaan, dan lembaga pemerintahan merupakan guru-guru utama dibidang kultur.Enkulturasi terjadi melalui mereka.

Akulturasi  
Cina dan Inggris yang berakulturasi
 >> Akulturasi mengacu pada proses dimana kultur seseorang dimodifikasi melalui kontak atau pemaparan langsung dengankultur lain.Misalnya, bila sekelompok imigran kemudian berdiam di Amerika Serikat (kultur tuan rumah), kultur merekasendiri akan dipengaruhi oleh kultur tuan rumah ini. Berangsur-angsur, nilai-nilai, cara berperilaku, serta kepercayaan dari kultur tuan rumah akan menjadi bagian dari kultur kelompok imigran itu. Pada waktu yang sama, kultur tuan rumah pun ikut berubah.

Fungsi-Fungsi Komunikasi Antarbudaya
Fungsi Pribadi
>> Fungsi pribadi adalah fungsi-fungsi komunikasi yang ditunjukkan melalui perilaku komunikasi yang bersumber dari seorang individu.

Pendeta Budha Jepang menyatakan identitas melalui baju yang dikenakan :

·         Menyatakan Identitas Sosial

 Dalam proses komunikasi antarbudaya terdapat beberapa perilaku komunikasi individu yang digunakan untuk menyatakanidentitas sosial. Perilaku itu dinyatakan melalui tindakan berbahasabaik secara verbal dan nonverbal. Dari perilakuberbahasa itulah dapat diketahui identitas diri maupun sosial, misalnya dapat diketahui asal-usul suku bangsa, agama,maupun tingkatpendidikan seseorang.


·         Menyatakan Integrasi Sosial

 Inti konsep integrasi sosial adalah menerima kesatuan dan persatuan antar pribadi, antar kelompok namun tetap mengakui perbedaan-perbedaan yang dimiliki oleh setiap unsur. Perlu dipahami bahwa salah satu tujuan komunikasi adalah memberikan makna yang sama atas pesan yang dibagi antara komunikator dan komunikan. Dalam kasus komunikasi antar budaya yang melibatkan perbedaan budaya antar komunikator dengan komunikan, maka integrasi sosial merupakan tujuan utama komunikasi. Dan prinsip utama dalam proses pertukaran pesan komunikasi antar budaya adalah saya memperlakukan anda sebagaimana kebudayaan anda memperlakukan anda dan bukan sebagaimana yang saya kehendaki. Dengan demikian komunikator dan komunikan dapat meningkatkan integrasi sosial atas relasi mereka.

·         Menambah Pengetahuan

 Seringkali komunikasi antarpribadi maupun antarbudaya menambah pengetahuan bersama, saling mempelajarikebudayaan masing-masing.

·         Melepaskan Diri atau Jalan Keluar 

Kadang kadang kita berkomunikasi dengan orang lain untuk melepaskan diri atau mencari jalan keluar atas masalah yang sedang kita hadapi. Pilihan komunikasi seperti itu kita namakan komunikasi yang berfungsi menciptakan hubungan yang komplementer dan hubungan yang simetris.Hubungan komplementer selalu dilakukan oleh dua pihak mempunyai perlaku yang berbeda.Perilaku seseorang berfungsi sebagai stimulus perilaku komplementer dari yang lain. Dalam hubungan komplementer, perbedaan di antara dua pihak dimaksimumkan.Sebaliknya hubungan yang simetris dilakukan oleh dua orang yang saling bercermin pada perilaku lainnya.Perilaku satu orang tercermin pada perilaku yang lainnya.

Fungsi Sosial

·         Pengawasan
 Funsi sosial yang pertama adalah pengawasan. Praktek komunikasi antar budaya di antara komunikator dan komunikan yang berbada kebudayaan berfungsi saling mengawasi. Dalam setiap proses komunikasi antarbudaya fungsi ini bermanfaat untuk menginformasikan"perkembangan" tentang lingkungan. Fungsi ini lebih banyak dilakukan oleh media massa yang menyebarlusakan secara rutin perkembangan peristiwa yang terjadi disekitar kita meskipun peristiwa itu terjadi dalamsebuah konteks kebudayaan yang berbeda.

·         Menjembatani
 Dalam proses komunikasi antarbudaya, maka fungsi komunikasi yang dilakukan antara dua orang yang berbeda budaya itu merupakan jembatan atas perbedaan di antara mereka. Fungsi menjembatani itu dapat terkontrol melalui pesan-pesan yang mereka pertukarkan, keduanya saling menjelaskan perbedaan tafsir atas sebuah pesan sehingga menghasilkan makna yang sama. Fungsi ini dijalankan pula oleh pelbagai konteks komunikasi termasuk komunikasi massa.

·         Sosialisasi Nilai
 Fungsi sosialisasi merupakan fungsi untuk mengajarkan dan memperkenalkan nilai-nilai kebudayaan suatu masyarakat kepada masyarakat lain.
·         Menghibur 
 Fungsi menghibur juga sering tampil dalam proses komunikasi antarbudaya. Misalnya menonton tarian hula-hula dan"Hawaian" di taman kota yang terletak di depan Honolulu Zaw, Honolulu, Hawai. Hiburan tersebut termasuk dalam kategori hiburan antar budaya.

Prinsip-Prinsip Komunkasi Antarbudaya
(( terdapatnya golongan ningrat sebagai budaya yang tertinggi))
Hal ini terlihat dari adanya ketimpangan pemlihan calon gubernur yangmengharuskan dari keturunan darah biru.
·         Relativitas Bahasa
Gagasan umum bahwa bahasa memengaruhi pemikiran dan perilaku paling banyak disuarakan oleh para antropologis linguistik. Pada akhir tahun 1920-an dan disepanjang tahun 1930-an, dirumuskan bahwa karakteristik bahasa memengaruhi proses kognitif kita. Dan karena bahasa-bahasa di dunia sangat berbeda-beda dalam hal karakteristik semantik dan strukturnya, tampaknya masuk akal untuk mengatakan bahwa orang yang menggunakan bahasa yang berbeda juga akan berbeda dalam cara mereka memandang dan berpikir tentang dunia.

·         Bahasa Sebagai Cermin Budaya
 Bahasa mencerminkan budaya. Makin besar perbedaan budaya, makin perbedaan komunikasi baik dalam bahasa maupun dalamisyarat-isyarat nonverbal. Makin besar perbedaan antara budaya (dan, karenanya, makin besar perbedaan komunikasi), makin sulit komunikasi dilakukan.Kesulitan ini dapat mengakibatkan, misalnya, lebih banyak kesalahan komunikasi, lebih banyak kesalahan kalimat, lebih besar kemungkinan salah paham, makin banyak salah persepsi, dan makin banyak potong kompas (bypassing ).

·         Mengurangi Ketidakpastian
 Makin besar perbedaan antarbudaya, makin besarlah ketidak-pastian dam ambiguitas dalam komunikasi. Banyak dari komunikasi kita berusaha mengurangi ketidakpastian ini sehingga kita dapat lebih baik menguraikan, memprediksi, dan menjelaskan perilaku orang lain. Karena ketidakpastian dan ambiguitas yang lebih besar ini, diperlukan lebih banyak waktu dan upaya untuk mengurangi ketidakpastian dan untuk berkomunikasi secara lebih bermakna.

·         Kesadaran Diri dan Perbedaan Antarbudaya
 Makin besar perbedaan antarbudaya, makin besar kesadaran diri (mindfulness) para partisipan selama komunikasi. Ini mempunyai konsekuensi positif dan negatif. Positifnya, kesadaran diri ini barangkali membuat kita lebih waspada. Ini mencegah kita mengatakan hal-hal yang mungkin terasa tidak peka atau tidak patut. Negatifnya, ini membuat kita terlalu berhati-hati, tidak spontan, dan kurang percaya diri.

·         Interaksi Awal dan Perbedaan Antarbudaya
 Perbedaan antarbudaya terutama penting dalam interaksi awal dan secara berangsur berkurang tingkat kepentingannya ketika hubungan menjadi lebih akrab. Walaupun kita selalu menghadapi kemungkinan salah persepsi dan salah menilaiorang lain, kemungkinan ini khususnya besar dalam situasi komunikasi antarbudaya.

·         Memaksimalkan Hasil Interaksi
 Dalam komunikasi antarbudaya seperti dalam semua komunikasi kita berusaha memaksimalkan hasil interaksi. Tiga konsekuensi yang dibahas oleh Sunnafrank (1989) mengisyaratkan implikasi yang penting bagi komunikasi antar budaya.Sebagai contoh, orang akan berintraksi dengan orang lain yang mereka perkirakan akan memberikan hasil positif. Karena komunikasi antarbudaya itu sulit, anda mungkin menghindarinya. Dengan demikian, misalnya anda akan memilih berbicara dengan rekan sekelas yang banyak kemiripannya dengan anda ketimbang orang yang sangat berbeda.
Kedua, bila kita mendapatkan hasil yang positif, kita terus melibatkan diri dan meningkatkan komunikasi kita.Bila kita memperoleh hasil negatif, kita mulai menarik diri dan mengurangi komunikasi.
 Ketiga, kita mebuat prediksi tentang mana perilaku kita yang akan menghasilkan hasil positif dalam komunikasi, anda mencoba memprediksi hasil dari, misalnya, pilihan topik, posisisi yang anda ambil, perilaku nonverbal yang anda tunjukkan.Anda kemudian melakukan apa yang menurut anda akan memberikan hasil positif dan berusaha tidak melakkan apa yang menurut anda akan memberikan hasil negatif.

Referensi
1..Andrik Purwasito.Komunikasi Multikultural . 2003. Surakarta. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Hal. 1233.
2.Alo Liliweri.Dasar-Dasar Komunikasi Antarbudaya. 2003. Yogyakarta. Pustaka Pelajar.Hal. 11-12,36-425.
3.Joseph A. Devito.Komunikasi Antarmanusia. Kuliah Dasar. Jakarta. Professional Books. Hal.479-488.


Sabtu, 06 Oktober 2012

Transmisi budaya dan biologis serta awal perkembangan dan pengasuhan


Transmisi budaya dan biologis serta awal perkembangan dan pola kelekatan pada ibu atau pengasuh
Awal Perkembangan dan Pengasuhan Transmisi budaya dapat terjadi sesuai dengan awal pengembangan dan pengasuhan yang terjadi pada masing-masing individu. Dimana proses seperti enkulturasi, sosialisasi ataupun akulturasi yang mempengaruhi perkembangan psikologis individu tergantung bagaimana individu mendapat pengasuhan dan bagaimana lingkungan yang diterimanya. Bentuk – bentuk Transmisi Budaya Enkulturasi adalah Proses penerusan kebudayaan dari generasi yang satu kepada generasi berikutnya selama hidup seseorang individu dimulai dari insttitusi keluarga terutama tokoh ibu. Enkulturasi mengacu pada proses dengan mana kultur (budaya) ditransmisikan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Kita mempelajari kultur, bukan mewarisinya. Kultur ditransmisikan melalui proses belajar, bukan melalui gen. Orang tua, kelompok, teman, sekolah, lembaga keagamaan, dan lembaga pemerintahan merupakan guru-guru utama dibidang kultur. Enkulturasi terjadi melalui mereka. Sosialisasi Sosisalisasi adalah proses pemasyarakatan, yaitu seluruh proses apabila seorang individu dari masa kanak-kanak sampai dewasa, berkembang, berhubungan, mengenal, dan menyesuaikan diri dengan individu-individu lain dalam masyarakat. Menurut Soerjono Soekanto, sosialisasi adalah suatu proses di mana anggota masyarakat baru mempelajari norma-norma dan nilai-nilai masyarakat di mana ia menjadi anggota.
Kesamaan dan perbedaan antar budaya dalam hal transmisi budaya mempengaruhi pola perkembangan seorang anak, jika seorang anak sedari dini lebih banyak menghabiskan waktunya bersama pengasuh maka kelekatan antara seorang anak dan ibu tersebut kurang daripada seorang anak yang banyak menghabiskan waktunya bersama dengan ibu nya. Karena pengaruh sosialisasi, akulturasi dan enkulturasi terjadi di masyarakat membuat setiap orang berusaha untuk mengetahui hal tersebut. Sehingga pola perilaku individu mengalami proses belajar dalam kesehariannya melalui sosialisasi terhadap lingkungan yang mempengaruhinya.
Berikut merupakan berbagai bentuk transmisi budaya antara lain:

1. Enkulturasi

Enkulturasi mengacu pada proses dengan mana kultur (budaya) ditransmisikan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Kita mempelajari kultur, bukan mewarisinya. Kultur ditransmisikan melalui proses belajar, bukan melalui gen. Orang tua, kelompok, teman, sekolah, lembaga keagamaan, dan lembaga pemerintahan merupakan guru-guru utama dibidang kultur. Enkulturasi terjadi melalui mereka.

2. Akulturasi
Akulturasi
 mengacu pada proses dimana kultur seseorang dimodifikasi melalui kontak atau pemaparan langsung dengan kultur lain. Misalnya, bila sekelompok imigran kemudian berdiam di Amerika Serikat (kultur tuan rumah), kultur mereka sendiri akan dipengaruhi oleh kultur tuan rumah ini. Berangsur-angsur, nilai-nilai, cara berperilaku, serta kepercayaan dari kultur tuan rumah akan menjadi bagian dari kultur kelompok imigran itu. Pada waktu yang sama, kultur tuan rumah pun ikut berubah.
3. Sosialisasi
Sosialisasi adalah sebuah proses penanaman atau transfer kebiasaan atau nilai dan aturan dari satu generasi ke generasi lainnya dalam sebuah kelompok atau masyarakat. Sejumlah sosiolog menyebut sosialisasi sebagai teori mengenai peranan (role theory). Karena dalam proses sosialisasi diajarkan peran-peran yang harus dijalankan oleh individu.
Pengaruh enkulturasi terhadap perkembangan psikologi individu adalah perkembangan seseorang untuk tumbuh kembang dipengaruhi oleh proses kultur atau budaya yang di transmisikan dari satu generasi ke generasi selanjutnya dengan proses belajar.
Pengaruh akulturasi terhadap perkembangan psikologi individu adalah berubahnya kultur seseorang yang terjadi karena pengaruh asing. Hal itu terjadi karena adanya proses sosial dimana sesama manusia saling mempelajari kultur yang ada dalam lingkungan asing tersebut.
Pengaruh sosialisasi terhadap perkembangan psikologi individu adalah kehidupan seorang manusia yang terus berjalan mempengaruhi bagaimana proses penanaman kebiasaan dari satu generasi ke generasi berikutnya itu terjadi sehingga sosialisasi mempengaruhi peranan seorang individu dalam suatu kelompok masyarakat.
Referensi :